So, apa sebenernya mimpi lo?
Semua orang pasti memiliki mimpi dan impian dalam hidupnya. Entah pengen jadi orang sukses, punya bisnis yang omsetnya tinggi, atau sekedar mimpi sederhana ingin makan makanan enak. Tapi banyak dari orang-orang tersebut yang sebenernya tau gimana caranya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya itu, namun terkendala oleh suatu hal. Nah.. hal-hal tersebut hampir sama persisnya dengan para pemuda pemimpi yang menjadi 10 grand finalis di acara Godrej Indonesia Loud semalam.
Mimpi para finalis semalam unik-unik dan beragam, tapi memiliki kendala keuangan untuk menggapai mimpi-mimpi mereka. Namun sebenernya yang mau gue omongin di sini adalah bukan kendala itu dan kendala-kendala lainnya untuk menggapai mimpi. Ternyata yang gue lihat banyak dari mereka yang masih belum terlalu jelas perencanaan mimpinya dan akan dibawa kemana setelah itu mimpinya. Gue juga masih seperti itu sih sebenernya dan menghadiri acara seperti semalem membuat gue berkaca lagi sebenernya udah sampe sejauh mana si gue meraih mimpi gue? Dan turut memotivasi gue lagi sih untuk nggak mau kalah dari mereka dengan mimpi yang gue punya dan sudah gue idamkan.
Jadi ternyata permasalahan mengenai mewujudkan mimpi tidak hanya ada kendala, namun juga harus ada sebelumnya konsep matang dari mimpi yang akan diwujudkan bila berkaca dari peristiwa pemilihan Godrej Indonesia Loud semalam.
Ini ada satu paragraf pemikiran gue mengenai acara semalam:
Sebuah mimpi bermula dari rasa kebutuhan dari diri masing-masing individu akan sesuatu. Namun mimpi hanya akan menjadi sekedar mimpi jika tidak digali lebih dalam mimpi tersebut dengan mencari tahu bagaimana cara mendapatkannya. Harus ada rincian yang sedetail mungkin langkah-langkah bagaimana untuk meraihnya. Kemudian, lakukan. Walau terhadang kendala, harus segera sigap untuk mengatasinya. Dan lebih baiknya lagi adalah, mimpimu adalah mimpi yang sudah dirimu rencanakan hingga tahun-tahun ke depan. Mimpi yang jauh dan berkesinambungan. Karena apa yang kamu impikan adalah hal yang akan menjadi dirimu.
Your dream reflect what you'll become...
Thursday, March 31, 2016
Sunday, March 20, 2016
Yang Hidup Yang Berkarya
So last night, I discussed with my friend about student or the exact word that I mean is 'mahasiswa'. There are so many amazing motto about student in Indonesia.
"Students are agent of change.." or
"Students are the mover of revolution"
and so on..
But, suddenly I asked, why? Why there are students who do those? Why at that moment --when people are bearing that status-- is the right time to make changes?
I was thinking and then got the answers.
It is because that time is the turning point of people to be a mature man and the best time to act something different in their life. A student college usually is a young generation who still have energetic spirit to do something different and change something. And when you are a student, you're keep going to learn and are taught to think widely. But when you're not a student anymore, you are usually distract by many things, like job and your own family. You have much load to think about. So you're not really concern about what happen in the world or maybe your country.
But, my answers are completely wrong.
My friend just told me those motto are bullshit. "Changes is from anybody and whenever the time it is. Those motto is just some of memory of the students in 1998 and now people keep going to use those motto for political interests. Those just make the young generation enthusiastic, but when they grow old nothing left to do. Is it young, old, or kids, there are no reason to not make a movement."
I just realize how stupid I am not to think like that before. Before I asked him, I also was thinking about, 'how about the students of elementary school till high school?' But I just thought those moments are just for the prepare of their maturity. I forgot to think that anybody in any ages can make anything. How fool I am. But I am glad I am curious to want to know about it from another perspective --not only from my opinions-- so my thought can be wider and wider than before. Not in the same place again. Going up!
So, points that I can get from my discussion with him are there are never any age ranges to stop you to learn, think, and act something meaningful. There is always chance to do best and give it to the people..
And this is the last sentence from my friend:
"Yang hidup yang berkarya...."
"Students are agent of change.." or
"Students are the mover of revolution"
and so on..
But, suddenly I asked, why? Why there are students who do those? Why at that moment --when people are bearing that status-- is the right time to make changes?
I was thinking and then got the answers.
It is because that time is the turning point of people to be a mature man and the best time to act something different in their life. A student college usually is a young generation who still have energetic spirit to do something different and change something. And when you are a student, you're keep going to learn and are taught to think widely. But when you're not a student anymore, you are usually distract by many things, like job and your own family. You have much load to think about. So you're not really concern about what happen in the world or maybe your country.
But, my answers are completely wrong.
My friend just told me those motto are bullshit. "Changes is from anybody and whenever the time it is. Those motto is just some of memory of the students in 1998 and now people keep going to use those motto for political interests. Those just make the young generation enthusiastic, but when they grow old nothing left to do. Is it young, old, or kids, there are no reason to not make a movement."
I just realize how stupid I am not to think like that before. Before I asked him, I also was thinking about, 'how about the students of elementary school till high school?' But I just thought those moments are just for the prepare of their maturity. I forgot to think that anybody in any ages can make anything. How fool I am. But I am glad I am curious to want to know about it from another perspective --not only from my opinions-- so my thought can be wider and wider than before. Not in the same place again. Going up!
So, points that I can get from my discussion with him are there are never any age ranges to stop you to learn, think, and act something meaningful. There is always chance to do best and give it to the people..
And this is the last sentence from my friend:
"Yang hidup yang berkarya...."
Friday, March 11, 2016
I Wanna Tell You Many Things
There is so many thoughts that I really want to share with you.
My happiness, my sadness, my experiences, my opinion about something, and many more.
I miss you..
I don't know why I always wanted you to be my bowl that always I wanted to pour it with my stories.
But, not a bowl. That's not the right word.
Person, somebody.. I think that is the right words. Cause you're not a thing, but you're a person that will never gonna be bored of my new stories and want to collect them as much as you live.
Hopefully..
I have to fight for it!
My happiness, my sadness, my experiences, my opinion about something, and many more.
I miss you..
I don't know why I always wanted you to be my bowl that always I wanted to pour it with my stories.
But, not a bowl. That's not the right word.
Person, somebody.. I think that is the right words. Cause you're not a thing, but you're a person that will never gonna be bored of my new stories and want to collect them as much as you live.
Hopefully..
I have to fight for it!
Antara Rumah dan Kosan
Jadiiiiiiiiii....
Yak, hari libur kemarin niatnya gue ingin sekali mengunjungi salah satu tempat wisata yang ada di ujung jauuuh Jakarta (kalo dari rumah gue yang berada di pinggiran Jaksel, hihi). Tapi karena satu dan lain hal akhirnya batal... Huh!
Tapi hari libur gue kemarin tersebut nggak terbuang percuma sii. Gue mengisinya dengan mencuci baju, browsing mengenai lanjut kuliah S2 dan segala rentetan urusan yang terkait (kaya cari univ-nya, cari buku referensi IELTS yang bagus, dkk yang sangat sangaat sangaaat membutuhkan waktu untuk mencari dan mempelajarinya).
Dan sudah seminggu yang lalu gue baru aja sembuh dari sakit tipes gue. Tadinya mau survive aja gue di kosan, ternyata gue butuh seseorang yang ngerawat gue (dan makaci banget buat orang-orang yang udah merawat dan membantu gue selama gue sakit dan sebelum pulang ke rumah, mulai dari my special one dan temen-temennya, sampe temen-temen seperjuangan Kober gue, hihi). Akhirnya pulanglah gue ke rumah.
Setelah sembuh, gue malah ngerasa agak keenakan di rumah. Kenapa bisa begitu? Itu karena gue di rumah nggak ngerasa kesepian karena ada bokap dan nyokap gue (ada kakak pertama gue juga). Setelah sekian lama gue tinggal di kosan, akhirnya gue merasakan sisi enaknya tinggal dengan orang tua gue lagi. Ada yang bantuin bikin makanan, trus gue nggak perlu jajan di luar yang gue nggak tau kejelasan mengenai kebersihannya, gue akhirnya bisa masak lagi sesuka gue (di kosan nggak bisa masak karena dapurnya kurang... bersih.....), ada emak yang suka bikinin susu buat gue kalo pagi, ada koneksi internet tanpa batas kuotaaa. Ada yang perhatiin pokoknya deh dan gue nggak perlu keluarin banyak uang buat makan sehari-hari. Dan... nggak ngerasa kesepian :D
Gue jadi dilema apakah gue mesti balik lagi ke kosan atau tetep tinggal di rumah aja. Tapi ada beberapa pertimbangan kenapa gue mesti tinggal di kosan. Yang pertama adalah gue tidak terlalu membuang waktu di jalan hanya sekedar untuk menempuh tempat kerja gue kalo dari kosan. Ditambah akses menuju transpotasi umum (kaya kereta, ojek, angkot, dan bis) hanya tinggal jalan kaki sekitar 5-10 menit. Kalo di rumah gue, gue antara jalan kaki 15-18 menit ke depan komplek atau ngerepotin salah satu anggota keluarga gue untuk minta tolong anterin ke depan komplek. Daan.. kalo di kosan, apa pun yang mau gue lakuin jadi bisa lebih terfokus. Hal itu karena.. nggak ada emak yang tiba-tiba teriak, "Dee.. ini gimana ya?" atau "Deee.. tolong mama ini dong.." Sebenernya yaa.. kalian ngertilah mungkin ya ada saatnya di mana kita rada-rada 'rrrr' sama panggilan itu di tengah kita lagi serius-seriusnya melakukan sesuatu. Alasan lainnya adalah ada beberapa kebiasaan orang-orang yang ada di keluarga gue yang gue kurang srek (dan sering banget bisa menimbulkan selek) dan gue merasa udah cukup untuk merasakannya sampe gue udah umur segini tuanya :'(
Namun kayanya gue sudah bisa memutuskan dari poin-poin kelebihan dan kekurangan di atas. Mudah-mudahan keputusan gue ini bisa membawa gue menjadi Vesti yang lebih hebat lagi, amin :)
Yak, hari libur kemarin niatnya gue ingin sekali mengunjungi salah satu tempat wisata yang ada di ujung jauuuh Jakarta (kalo dari rumah gue yang berada di pinggiran Jaksel, hihi). Tapi karena satu dan lain hal akhirnya batal... Huh!
Tapi hari libur gue kemarin tersebut nggak terbuang percuma sii. Gue mengisinya dengan mencuci baju, browsing mengenai lanjut kuliah S2 dan segala rentetan urusan yang terkait (kaya cari univ-nya, cari buku referensi IELTS yang bagus, dkk yang sangat sangaat sangaaat membutuhkan waktu untuk mencari dan mempelajarinya).
Dan sudah seminggu yang lalu gue baru aja sembuh dari sakit tipes gue. Tadinya mau survive aja gue di kosan, ternyata gue butuh seseorang yang ngerawat gue (dan makaci banget buat orang-orang yang udah merawat dan membantu gue selama gue sakit dan sebelum pulang ke rumah, mulai dari my special one dan temen-temennya, sampe temen-temen seperjuangan Kober gue, hihi). Akhirnya pulanglah gue ke rumah.
Setelah sembuh, gue malah ngerasa agak keenakan di rumah. Kenapa bisa begitu? Itu karena gue di rumah nggak ngerasa kesepian karena ada bokap dan nyokap gue (ada kakak pertama gue juga). Setelah sekian lama gue tinggal di kosan, akhirnya gue merasakan sisi enaknya tinggal dengan orang tua gue lagi. Ada yang bantuin bikin makanan, trus gue nggak perlu jajan di luar yang gue nggak tau kejelasan mengenai kebersihannya, gue akhirnya bisa masak lagi sesuka gue (di kosan nggak bisa masak karena dapurnya kurang... bersih.....), ada emak yang suka bikinin susu buat gue kalo pagi, ada koneksi internet tanpa batas kuotaaa. Ada yang perhatiin pokoknya deh dan gue nggak perlu keluarin banyak uang buat makan sehari-hari. Dan... nggak ngerasa kesepian :D
Gue jadi dilema apakah gue mesti balik lagi ke kosan atau tetep tinggal di rumah aja. Tapi ada beberapa pertimbangan kenapa gue mesti tinggal di kosan. Yang pertama adalah gue tidak terlalu membuang waktu di jalan hanya sekedar untuk menempuh tempat kerja gue kalo dari kosan. Ditambah akses menuju transpotasi umum (kaya kereta, ojek, angkot, dan bis) hanya tinggal jalan kaki sekitar 5-10 menit. Kalo di rumah gue, gue antara jalan kaki 15-18 menit ke depan komplek atau ngerepotin salah satu anggota keluarga gue untuk minta tolong anterin ke depan komplek. Daan.. kalo di kosan, apa pun yang mau gue lakuin jadi bisa lebih terfokus. Hal itu karena.. nggak ada emak yang tiba-tiba teriak, "Dee.. ini gimana ya?" atau "Deee.. tolong mama ini dong.." Sebenernya yaa.. kalian ngertilah mungkin ya ada saatnya di mana kita rada-rada 'rrrr' sama panggilan itu di tengah kita lagi serius-seriusnya melakukan sesuatu. Alasan lainnya adalah ada beberapa kebiasaan orang-orang yang ada di keluarga gue yang gue kurang srek (dan sering banget bisa menimbulkan selek) dan gue merasa udah cukup untuk merasakannya sampe gue udah umur segini tuanya :'(
Namun kayanya gue sudah bisa memutuskan dari poin-poin kelebihan dan kekurangan di atas. Mudah-mudahan keputusan gue ini bisa membawa gue menjadi Vesti yang lebih hebat lagi, amin :)
Monday, February 29, 2016
Nantikan
Hanya satu pesan saja, hatiku senang bukan main.
Hanya dia yang membuatku begitu bersemangat.. untuk sekarang.
Berharap seterusnya pun begitu.
Nantikan kembali diriku yang lebih baru!
Hanya dia yang membuatku begitu bersemangat.. untuk sekarang.
Berharap seterusnya pun begitu.
Nantikan kembali diriku yang lebih baru!
Sunday, February 7, 2016
Monday, January 11, 2016
Sense of Belonging of Friends
Hey. I decided to write again tonight :)
Hari ini gue baru saja bercengkrama lagi dengan teman paling dekat dari masa kecil gue. Alhamdulillah hingga sekarang kita masih deket. Dia adalah orang yang suka sekali ngomong, apalagi perihal mengenai curhat tentang kehidupan percintaannya yang berliku, hihi. Dan gue menjadi pendengar setianya. Tapi kita nggak cuma ngobrolin percintaan kok. Kita juga ngobrolin mengenai percintaan yang tiba-tiba jadi nyangkut ngobrolin kakak-kakak kita masing-masing, terus emak kita, dan juga pengalaman kita lainnya. Jika ceritanya klik dan persis, rasanya muncul rasa kebersamaan dan juga dengan hal yang dinamakan 'sense of belonging.' Kalian juga pernah kan ngerasain itu dengan teman kalian? Ada rasa klik yang menyatukan dua orang yang berbeda menjadi satu ikatan pertemanan yang erat.
Itulah yang terjadi jika kita berusaha meluangkan waktu sebentar untuk teman-teman terkasih di tengah kesibukan kita yang semakin tua semakin sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Gue bersyukur, temen gue yang satu itu nggak pernah capek-capeknya untuk ngajakin gue ketemuan untuk sekedar ngobrol di rumahnya menceritakan banyak hal. Haha, memang rasanya gue sok sibuk banget si :p
At the end of my visit, when I'm gonna say good bye to go home, suddenly she said, "Eh peluk dulu dong!" Haha, that was sweet and is always sweet. I'm really happy and grateful for that...
Hari ini gue baru saja bercengkrama lagi dengan teman paling dekat dari masa kecil gue. Alhamdulillah hingga sekarang kita masih deket. Dia adalah orang yang suka sekali ngomong, apalagi perihal mengenai curhat tentang kehidupan percintaannya yang berliku, hihi. Dan gue menjadi pendengar setianya. Tapi kita nggak cuma ngobrolin percintaan kok. Kita juga ngobrolin mengenai percintaan yang tiba-tiba jadi nyangkut ngobrolin kakak-kakak kita masing-masing, terus emak kita, dan juga pengalaman kita lainnya. Jika ceritanya klik dan persis, rasanya muncul rasa kebersamaan dan juga dengan hal yang dinamakan 'sense of belonging.' Kalian juga pernah kan ngerasain itu dengan teman kalian? Ada rasa klik yang menyatukan dua orang yang berbeda menjadi satu ikatan pertemanan yang erat.
Itulah yang terjadi jika kita berusaha meluangkan waktu sebentar untuk teman-teman terkasih di tengah kesibukan kita yang semakin tua semakin sibuk sendiri dengan urusan masing-masing. Gue bersyukur, temen gue yang satu itu nggak pernah capek-capeknya untuk ngajakin gue ketemuan untuk sekedar ngobrol di rumahnya menceritakan banyak hal. Haha, memang rasanya gue sok sibuk banget si :p
At the end of my visit, when I'm gonna say good bye to go home, suddenly she said, "Eh peluk dulu dong!" Haha, that was sweet and is always sweet. I'm really happy and grateful for that...
Sunday, January 10, 2016
Fokus
Alrite, hey everyone. I want to start my writing again :)
Kadang untuk memutuskan sesuatu hal di antara dua persimpangan rasanya masih sulit buat gue, bahkan hanya sekedar untuk memutuskan gue ingin menulis tulisan ini dengan Bahasa atau dengan bahasa Inggris. Sounds weird, huh?
Gue adalah seseorang yang kurang fokus dalam mengerjakan sesuatu. Gue tau apa yang harus gue lakukan, tapi dalam pengerjaannya gue bingung harus apa duluan yang gue lakukan. Kadang gue ngerasa, "what's wrong with me? Why I can lost my focus easily?" Gue gak tau kenapa. Terkadang gue merasa apa gue sebodoh itu kah? Karena kadang dalam satu hari gue melewati banyak waktu dengan bergerak lambat dan bergerak tanpa arah yang pasti.
Tapi pasti deh setelah gue menonton film, mendadak tiba-tiba memilih film dan nonton film yang gue pilih itu, bila filmnya membuat gue seneng, gue akan kembali fokus lagi dengan hal-hal yang harus gue lakukan. Gue ngerasanya si gitu. Baru aja terjadi sama gue dan gue langsung pengennya nulis. Dan menulislah gue di sini :D
So if you lose your focus, let's spend your time for a break a little while where you can find yourself again. Than be a productive man...
Kadang untuk memutuskan sesuatu hal di antara dua persimpangan rasanya masih sulit buat gue, bahkan hanya sekedar untuk memutuskan gue ingin menulis tulisan ini dengan Bahasa atau dengan bahasa Inggris. Sounds weird, huh?
Gue adalah seseorang yang kurang fokus dalam mengerjakan sesuatu. Gue tau apa yang harus gue lakukan, tapi dalam pengerjaannya gue bingung harus apa duluan yang gue lakukan. Kadang gue ngerasa, "what's wrong with me? Why I can lost my focus easily?" Gue gak tau kenapa. Terkadang gue merasa apa gue sebodoh itu kah? Karena kadang dalam satu hari gue melewati banyak waktu dengan bergerak lambat dan bergerak tanpa arah yang pasti.
Tapi pasti deh setelah gue menonton film, mendadak tiba-tiba memilih film dan nonton film yang gue pilih itu, bila filmnya membuat gue seneng, gue akan kembali fokus lagi dengan hal-hal yang harus gue lakukan. Gue ngerasanya si gitu. Baru aja terjadi sama gue dan gue langsung pengennya nulis. Dan menulislah gue di sini :D
So if you lose your focus, let's spend your time for a break a little while where you can find yourself again. Than be a productive man...
Tuesday, September 1, 2015
Singing...
When you enjoy a song, and you just sing a long with that touchful melody, you can dancing and even crying. Maybe missing someone... :p
Sunday, June 28, 2015
Toleransi kah?
Gemesh gemesh gemesh!
Mulai dari jam 2 pagi di deket kosan gue sudah mulai banget berdendang suara-suara orang-orang yang mencoba membangunkan umat muslim dengan pengeras suara masjid. It's fine. But, if it happen for an hour? Can you imagine the feelings from another people in different religion that really need a break? If I were them, I would feel angry. Bahkan gue pun sebagai muslim juga ngerasa terganggu sebenernya karena gue memahami apa yang dirasain sama orang-orang yang non muslim tersebut. Apalagi kalo ada orang yang sangat sensitif sekali dengan suara berisik apa pun dalam keadaan tidur senyenyak apa pun. Orang kaya gitu pasti ada.
Apakah ada orang yang bisa memahami hal sekecil itu?
Differences always have to be beautiful... :')
Mulai dari jam 2 pagi di deket kosan gue sudah mulai banget berdendang suara-suara orang-orang yang mencoba membangunkan umat muslim dengan pengeras suara masjid. It's fine. But, if it happen for an hour? Can you imagine the feelings from another people in different religion that really need a break? If I were them, I would feel angry. Bahkan gue pun sebagai muslim juga ngerasa terganggu sebenernya karena gue memahami apa yang dirasain sama orang-orang yang non muslim tersebut. Apalagi kalo ada orang yang sangat sensitif sekali dengan suara berisik apa pun dalam keadaan tidur senyenyak apa pun. Orang kaya gitu pasti ada.
Apakah ada orang yang bisa memahami hal sekecil itu?
Differences always have to be beautiful... :')
Tuesday, June 16, 2015
Belanja Membuatku Merana... Pasar Senen, Oh Pasar Senen
Itulah yang gue rasain kemaren sore, merana.. Hiks. :’(
Bukan karena hal-hal negatif kaya kecopetan atau semacamnya (amiin, mudah-mudahan aku dan semuanya dihindarkan dari hal negatif yang baru disebutkan tadi). Tapi karena belanja. Sedih saya. Pedih rasanya ngeluarin duitnya saat belanja. Kan gue sekarang masih berstatus mahasiswa kan yaa.. dan belom punya penghasilan tetap malah sampe sekarang. Emang barang-barang yang gue beli kemaren bagussss bangeeeet dan mureeeeeeh bangeeeet. Tapi yang bagus banyaaak. Jadi nggak bisa berhenti buat nyari yang bagus-bagus lagi. Matanya gatel gitu buat nyari dan liat yang ketje-ketje, huaaaaaa!!! :’( Gue aja nih ya, pas awal-awal gue nemu satu yang bagus, seneng banget gue rasanya dan semangat buat nyari yang bagus lagi. Eh, semakin banyak gue nemu yang bagus, pas gue nemu yang bagus lagi akhirnya gue mengucapkan, “Astaghfirullah al’azim... Ini kenapa pada bagus-bagus begini si. Jadi nggak berenti-berenti kan jadinya buat nyari yang bagus-bagus lainnya.” Sediih.. tapi seneng. Mungkin hal ini juga kali ya yang disebut dengan menangis di atas penderitaan sendiri (wkwk, aslinya: menangis di atas penderitaan orang lain). Tapi gue sama sekali nggak nyesel kok beli baju-baju ini karena pada ketje semuaaa. Tapi tetep sedih melihat kepergian uangku yang begitu cepat, padahal nyarinya suseh setengah mati :’(
Ahahaha! Tapi, yang pastinya Pasar Senen itu tempat paling recomeneded –lah bagi kamu kamu yang mecari baju-baju keren dengan harga miring abizzzz, wkwk. Mulai dari 25K satu baju, 15K 2 potong baju, 10K 3 potong baju, 5K satu potong baju, 5K 2 potong baju, sampeee... sampe nih yak, sampe 1K buat 1 potong baju aja. Bahkan gue pernah nemu aja lho celana cowok branded yang harganya 1K dan masih ada labelnya. So, itu berarti itu barang belom pernah dipake sama sekali kaan?? Gilak emang Pasar Senen itu –“ (tapi seneng, wkwkkwk :D)
Tapi ada juga si baju yang harganya di atas 25K, tapi gue jaraaang dan hampir nggak pernah beli yang harganya di atas 10K. Karena yang 5K sepotong aja udah bagus-bagus bajunya. Jadi gue nggak perlu lagi tuh beli baju yang harganya lebih mahal, ihihihi.
Selain baju, ada juga kok tas-tas bermerek yang dijual di sana. Yang pastinya harganya juga miring lhoo. Sekitar dari 20K ke ataslah. Pinter-pinter kita aja milihnya biar dapet yang masih bagus dan juga branded.
Jaket juga ada, celana jins juga ada, bh dan underware lainnya juga ada :p, sepatu juga ada. Pokoknya macem-macemlah. Tapi gue nggak berani kalo beli underware di sana. Kan di sana barangnya nggak kejamin kan yaa kehigienisannya. Kalo yang macem daleman gue nggak berani coba deh.
Kalo kemaren gue dapet 21 potong baju yang masing-masing harganya 5K dan bagus-bagus sesuai sama gaya gue, sebel nggak tuh? Coba diitungin aja tuh gue keluar berapa duit :’( Tapi pastinya kalo udah beli di sana, terutama baju yaa, mesti banget dicuci bersih-bersih. Untuk menjaga kenyamanan kita saat kita pakai bajunya juga kan? Insya Allah aman kok kalo udah dicuci bersih. Ini saya buktinya yang baju-baju ketje saya sebagian berasal dari sana :p
Jangan lupa ya kawaan mampir ke sana. Dijamin nggak nyesel! Malah bakal ketagihan pengen balik lagi dan berburu barang ketje lainnya. Happy hunting, guys!
Sunday, June 14, 2015
Gagal
Malem ini lemes rasanya. Lemes karena baru aja abis gagal. Ini bukan kegagalan gue yang pertama si. Tapi ini kegagalan gue yang pertama setelah mencoba dengan sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik. Gue merasa gue sudah memberikan yang terbaik dari gue. Gue menyanyikannya dengan luwes dan merasakan makna lagu dari yang gue nyanyikan dengan penuh penghayatan sehingga pesannya nyampe ke orang-orang yang menyaksikan. Tapi ternyata itu belum cukup. Saat awal pengumuman pemenang juara ketiga terlebih dahulu, gue berharap bisa ada di posisi itu. Atau mungkin peringkat dualah karena ada saingan gue yang emang udah gue nggak ragukan lagi kemampuannya. Kemampuannya udah lebih dari gue. Jadi seenggaknya gue berharap masih bisa juara walau gue di bawah itu orang. Tapi ternyata hasilnya berkata lain. Gue sama sekali nggak menang. Dan seketika itu juga rasanya bener-bener kecewa. Sedih... banget. Gue merasa sudah berhasil menghibur orang banyak, tapi kenapa gue nggak menang? Apa ada kecurangan nih? Ternyata dugaan gue keliru. Sama sekali nggak ada kecurangan yang dilakukan baik dari pihak peserta ke pihak juri mau pun sebaliknya. Yang menang memang pantas jadi juara. Hal itu tersadar ketika gue mencoba kembali melihat penampilan gue yang sudah direkam lewat kamera hape. Penampilan gue masih kalah jauh sama yang juara pertama. JAUH! banyak nada yang simpang siur nggak jelas. Nangis? Iya... Baru pertama kali ini gue ngerasain bener-bener sedih kalah dalam kompetisi karena gue bener-bener berusaha untuk tampil maksimal untuk ini. Gue cerita sama seseorang terdekat gue kalo gue ngerasa nyesek banget kalah, dan dia pun malah bilang gini:
Heh
Lek
Kita
Adalah manusia yang ga siap menang
Kita adalah mereka yg siap gagal
Karena untuk setiap menang kita belum tentu siap lepas dari zona selebrasi dan kebanggaan
Jika kamu manusia yang siap gagal
Kamu akan berdiri lagi. Seberapa sakitnya pun kamu terjatuh
Cium jelek :*
Makin kejer gue nangisnya pada saat itu. Saat ini emang belum waktunya gue. Gue harus berusaha lagi dan lagi. Tapi, di umur gue yang ke-22 saat ini, gue masih bingung akan jadi apa gue kelak. Banyak yang mau gue capai. Banyak pengen gue bisa. Mungkin gue harus lebih tekun untuk ngelakuin hal-hal yang gue mau. Kalo untuk menyanyi, akan tetap gue lakukan entah itu cuma jadi hobi atau kerjaan, gue belom tau. Yang pasti, gue ingin semua orang yang melihat gue bernyanyi, dapat ikut merasakan perasaan yang gue bawa dalam lagu yang gue nyanyikan tersebut. Bernyanyi dari hati... :)
Sunday, May 31, 2015
Manis Pahit Hape Smartfren Andromax G2 Limited Edition
YAAAK! Kali ini gue bakal bikin review mengenai HAPE KETJEH GUE yang unik dan pastinya sebagai hape pun juga tidaklah selalu sempurna seperti apa yang kita harapkan karena kesempurnaan hanya milik....... Milik siapa tebak? Yak yak?? Hihihihi :p
Okeh, kita ngomongin yang baik-baik dulu aja kali ya.. Dan menurut gue, hal-hal manis yang bakal gue omongin di sini adalah hal unik yang nggak pernah gue temuin di hape gue yang lainnya (mohon maklum, hape tercanggih yang gue punya dari masa ke masa paling mentok ini doang, aahaha)! Yuk liat yuk!
1. Kamera hape ter-GEJE alias GAK JELAS.
Eits, jangan nethink dulu. Ini maksudnya baik kok. Justru dari ke-GeJe-annya tersebutlah yang membuatnya menjadi unik. Coba lo liat aja hasil jepretan gue di bawah ini (skalian jadi ajang narsis juga nampilin muka gue, wkwk)
Nah, liat kan? Itu sama sekali gak gue edit pake PicsArt-lah ato kamera 360 yang ngeksis banget itu. Sama sekali nggak. Asli banget dari ini kamera. Tapiiii, ada triknya lho buat bikin foto kita warnanya seperti itu di kamera hape gue yang ketje ini. Hal itu adalah...
- Saat lo mau foto dengan kamera hape ini, pastikan itu kamera didukung oleh pencahayaan yang lumayan untuk kameranya. Gak perlu pencahayaan yang heboh-heboh, cukup kena cahaya dari sinar lampu kamar lo juga pasti hasilnya bisa kaya foto gue di atas.
- Hanya Tuhan-lah yang Maha Tahu. Ini seriusan lho, wkwk. Kan ini kamera tuh unik bangeeet, jadi lo gak bisa memprediksikan kapan gambar lo warnanya bisa sebagus itu tanpa filter-an. Pokoknya, bagaimana pun lo jepret, cobain aja berbagai macam sudut angle kamera yang menurut lo pas dan bergaya sebebasnya dan jadi lo banget. Itu penting! Hasilnya pasti akan bagus.
Yak, ada juga foto-foto gue yang tiba-tiba jadi avatar begini :'D
2. Hape mati bisa hidup lagi sendiri?!
WHAT?! Kok bisa gitu? Hihihi, iya doong. Ini kan hape unik :3 Wkwk, jadi sebenernya ini hape sangat sangat bagus dan ramah lingkungannya adalah ketika lo sudah menyetel alarm di hape lo ini menjadi nyala di jam-jam tertentu, kemudian lo matiin hapenya, hape itu akan kembali hidup lagi di jam-jam lo butuh alarm hapenya untuk menyala. Jadi, ini hape bangun untuk menyalakan alarm yang sudah lo setel sebelumnya. Keren kaaan? Tentunya ini hape jadi bakal bantu lo untuk hemat baterai di kala malam lo nggak membutuhkan hapenya untuk menyala. Daaaan, pastinya lo nggak kena radiasi hape selama lo tidur dengan hape di samping dekat kepala ;)
YUP! Sekian kita berbicara yang manis-manisnya. Sekarang kita beranjak ke pahit-pahitnya. Nggak terlalu fatal si sebenernya kekurangannya. Tapi terkadang agak sedikit mengganggu dan menyusahkan.
1. BATERAI PEGGANTINYA SUSAH DICARI!
Yah nasib emang. Namanya juga limited edition, mencari baterai cadangannya pun juga sangat limited di pasaran. Jadi harus mesen ke service center pusatnya gitu.
2. Ngga bisa namain voice recorder yang baru saja kita rekam.
Kan kadang hape ada tuh yang abis kita rekam, ada pilihan untuk mengganti nama data voice recorder-nya sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi di hape ini nggak bisa. Jadi agak menyulitkan gue ketika gue mencari data-data lama yang ingin gue dengar kembali. Harus ke file data gitu buat ngedit nama datanya.
3. Background pecah.
Entah kenapa kalo gue pasang foto untuk jadi latar belakang layar hape gue, jadinya pasti akan seperti ini.
4. Free casing putih yang cepet kotor.
Yak, putih sih ya, jadi gampang kotor. Eits, tapi tenang. Kalo lo kreatif, lo malah bisa bikin casing-nya jadi keren lagi kok. Nih buktinya :p
5. Kamera suka nge-hang sendiri.
Nah, ini nih paling betenya. Ketika lo harus menjepret suatu momen yang hanya terjadi sepersekian detik dan apps kamera hape lo ternyata malah nge-hang. Rasanya tuh... GEMESSHHH BGT!
Yeayy yeayyy yeayyy! Itulah beberapa +/- dari hape gue yang sekarang selalu menemani aktivitas gue sehari-hari yang ke sana ke mari. Sangat membantu dengan hadirnya dirinya :)
P.S.: follow gue di instagram @vestivestivesti :*
Okeh, kita ngomongin yang baik-baik dulu aja kali ya.. Dan menurut gue, hal-hal manis yang bakal gue omongin di sini adalah hal unik yang nggak pernah gue temuin di hape gue yang lainnya (mohon maklum, hape tercanggih yang gue punya dari masa ke masa paling mentok ini doang, aahaha)! Yuk liat yuk!
1. Kamera hape ter-GEJE alias GAK JELAS.
Eits, jangan nethink dulu. Ini maksudnya baik kok. Justru dari ke-GeJe-annya tersebutlah yang membuatnya menjadi unik. Coba lo liat aja hasil jepretan gue di bawah ini (skalian jadi ajang narsis juga nampilin muka gue, wkwk)
Nah, liat kan? Itu sama sekali gak gue edit pake PicsArt-lah ato kamera 360 yang ngeksis banget itu. Sama sekali nggak. Asli banget dari ini kamera. Tapiiii, ada triknya lho buat bikin foto kita warnanya seperti itu di kamera hape gue yang ketje ini. Hal itu adalah...
- Saat lo mau foto dengan kamera hape ini, pastikan itu kamera didukung oleh pencahayaan yang lumayan untuk kameranya. Gak perlu pencahayaan yang heboh-heboh, cukup kena cahaya dari sinar lampu kamar lo juga pasti hasilnya bisa kaya foto gue di atas.
- Hanya Tuhan-lah yang Maha Tahu. Ini seriusan lho, wkwk. Kan ini kamera tuh unik bangeeet, jadi lo gak bisa memprediksikan kapan gambar lo warnanya bisa sebagus itu tanpa filter-an. Pokoknya, bagaimana pun lo jepret, cobain aja berbagai macam sudut angle kamera yang menurut lo pas dan bergaya sebebasnya dan jadi lo banget. Itu penting! Hasilnya pasti akan bagus.
Yak, ada juga foto-foto gue yang tiba-tiba jadi avatar begini :'D
2. Hape mati bisa hidup lagi sendiri?!
WHAT?! Kok bisa gitu? Hihihi, iya doong. Ini kan hape unik :3 Wkwk, jadi sebenernya ini hape sangat sangat bagus dan ramah lingkungannya adalah ketika lo sudah menyetel alarm di hape lo ini menjadi nyala di jam-jam tertentu, kemudian lo matiin hapenya, hape itu akan kembali hidup lagi di jam-jam lo butuh alarm hapenya untuk menyala. Jadi, ini hape bangun untuk menyalakan alarm yang sudah lo setel sebelumnya. Keren kaaan? Tentunya ini hape jadi bakal bantu lo untuk hemat baterai di kala malam lo nggak membutuhkan hapenya untuk menyala. Daaaan, pastinya lo nggak kena radiasi hape selama lo tidur dengan hape di samping dekat kepala ;)
YUP! Sekian kita berbicara yang manis-manisnya. Sekarang kita beranjak ke pahit-pahitnya. Nggak terlalu fatal si sebenernya kekurangannya. Tapi terkadang agak sedikit mengganggu dan menyusahkan.
1. BATERAI PEGGANTINYA SUSAH DICARI!
Yah nasib emang. Namanya juga limited edition, mencari baterai cadangannya pun juga sangat limited di pasaran. Jadi harus mesen ke service center pusatnya gitu.
2. Ngga bisa namain voice recorder yang baru saja kita rekam.
Kan kadang hape ada tuh yang abis kita rekam, ada pilihan untuk mengganti nama data voice recorder-nya sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi di hape ini nggak bisa. Jadi agak menyulitkan gue ketika gue mencari data-data lama yang ingin gue dengar kembali. Harus ke file data gitu buat ngedit nama datanya.
3. Background pecah.
Entah kenapa kalo gue pasang foto untuk jadi latar belakang layar hape gue, jadinya pasti akan seperti ini.
4. Free casing putih yang cepet kotor.
Yak, putih sih ya, jadi gampang kotor. Eits, tapi tenang. Kalo lo kreatif, lo malah bisa bikin casing-nya jadi keren lagi kok. Nih buktinya :p
5. Kamera suka nge-hang sendiri.
Nah, ini nih paling betenya. Ketika lo harus menjepret suatu momen yang hanya terjadi sepersekian detik dan apps kamera hape lo ternyata malah nge-hang. Rasanya tuh... GEMESSHHH BGT!
Yeayy yeayyy yeayyy! Itulah beberapa +/- dari hape gue yang sekarang selalu menemani aktivitas gue sehari-hari yang ke sana ke mari. Sangat membantu dengan hadirnya dirinya :)
P.S.: follow gue di instagram @vestivestivesti :*
Friday, May 22, 2015
61st
ARGHHHH! There is so many thoughts in my head and I'm so confuse which one of those thoughts that I'm going to share with you, guys! Ada perasaan seneng, bangga, sedih, kangen, mencoba profesional, was-was, daaaaaan banyak banget!
But, now I'm feeling sad. It's about my momma. I love her so much. She's getting older and older, year by year. This year she's gonna be 61st, and still working, go to many places in Jabodetabek just to find our family enough money...
Then I cry... I'm crying now. How old she is now, but she's keep working.
My momma just called me and we have a small chit chat on the phone. I told her that I'm going to go to back home tomorrow. I miss home. And I miss her. She told me that "Come, I'll be going to Puncak tomorrow morning with papa to go to a reunion, but we'll not stay overnight, we'll just have lunch and meet the people. We'll arrive at home maybe around evening." "Ok mommy," I said.
In our conversation I also asked her how about her condition. Last talk, she said to me that she was a little bit sick. But today she said that sometime she feel queasy. I know why she become like that. She didn't have a good meal to her body. She's vegetarian and only eat vegetables and fruits. Milk and cheese are her favorites. She became a vegetarian since she was a child. She didn't want to be a veg. Her veg is connatural. She absolutely couldn't eat meat, every kind of meat. She could dizzy if she see a fried fish on the table, and the worst, she could get dizziness just from the smell of the fish, fried or not. Even the oil that use to fry a fish then that oil use to make a sauteed vegetables, she can't. She can't eat that sauteed vegetables.
So, can you imagine how difficult she is just for have a good meal in the middle of the carnivores that choose to eat more meat than vegetables and in the middle of her rush?
I hope you'll getting better mom and have many good meals. I'm sorry I'm not there for you right now. I'm trying now to be a big girl, your big girl. So you don't have to go again around Jabodetabek with a motorcycle with papa, you just could get some rest and do what you like to do. Do delight activities and get some fun. Just wish me luck that someday, in the near future, I'll be a success woman, with passion and joyfulness, I'll be doing my fantastic job and make you proud...
But, now I'm feeling sad. It's about my momma. I love her so much. She's getting older and older, year by year. This year she's gonna be 61st, and still working, go to many places in Jabodetabek just to find our family enough money...
Then I cry... I'm crying now. How old she is now, but she's keep working.
My momma just called me and we have a small chit chat on the phone. I told her that I'm going to go to back home tomorrow. I miss home. And I miss her. She told me that "Come, I'll be going to Puncak tomorrow morning with papa to go to a reunion, but we'll not stay overnight, we'll just have lunch and meet the people. We'll arrive at home maybe around evening." "Ok mommy," I said.
In our conversation I also asked her how about her condition. Last talk, she said to me that she was a little bit sick. But today she said that sometime she feel queasy. I know why she become like that. She didn't have a good meal to her body. She's vegetarian and only eat vegetables and fruits. Milk and cheese are her favorites. She became a vegetarian since she was a child. She didn't want to be a veg. Her veg is connatural. She absolutely couldn't eat meat, every kind of meat. She could dizzy if she see a fried fish on the table, and the worst, she could get dizziness just from the smell of the fish, fried or not. Even the oil that use to fry a fish then that oil use to make a sauteed vegetables, she can't. She can't eat that sauteed vegetables.
So, can you imagine how difficult she is just for have a good meal in the middle of the carnivores that choose to eat more meat than vegetables and in the middle of her rush?
I hope you'll getting better mom and have many good meals. I'm sorry I'm not there for you right now. I'm trying now to be a big girl, your big girl. So you don't have to go again around Jabodetabek with a motorcycle with papa, you just could get some rest and do what you like to do. Do delight activities and get some fun. Just wish me luck that someday, in the near future, I'll be a success woman, with passion and joyfulness, I'll be doing my fantastic job and make you proud...
Thursday, May 7, 2015
Why I Choose Abang None Kepulauan Seribu
Hari Sabtu dan Minggu yang lalu gue sempet mengikuti acara pemilihan kontes kecantikan di Jakarta, yaitu Abang None Jakarta Kepulauan Seribu. Sebenernya kontes ini bukan tok kontes kecantikan si, tapi kontes yang juga mengandalkan kecerdasan berfikir agar bisa menjual daerah yang diusung oleh kontes tersebut. So, ajang ini benarlah adanya tidak hanya mengandalkan paras yang menawan semata.
Hal itu terjadi juga sama diri gue minggu lalu soalnya. Itu adalah ajang Abang None pertama kali yang gue ikutin. Kenapa harus Kepulauan Seribu? Yak, pertama karena gue suka dengan keindahan alam yang ada di sekitar gue. Itu membuat gue jadi lebih rileks dan tenang dibanding di tengah kota yang penuh dan padat, debu dan asap rokok dan asap bis mengebul di mana-mana, gak teratur dan kemacetan, mall lagi dan mall lagi 100x, dan banyak lagi hal lain yang bikin pusing. Tapi hal-hal tersebut si yang bikin gue bener-bener merasa ribet dan jengah sama Jakarta. Mall sebenernya gak bikin pusing, tapi menurut gue monoton aja karena sudah sangat banyak dan melimpah ruah di Jakarta sehingga sedikit sekali ruang hijau di Jakarta. Emang, suatu wilayah yang dijadikan pusat perbelanjaan memang sangat sangat menguntungkan untuk isi kantong, tapi apakah ruang hijau terbuka juga gak ada baiknya kah di tengah kota yang super sibuk ini? Seengganya untuk melepas penat lo ketika lo sedang jenuh-jenuhnya berjualan di dalam mall.
Dan gue pun adalah seseorang yang mencintai alam yang asli dan alami, bukan buatan yang sengaja diciptakan oleh tangan manusia. Entah, rasanya beda aja. Sangat beda. Rasa beda itu bisa terasa dalam diri lo sendiri ketika lo sendirilah yang merasakannya hingga lo merasa sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk bisa menikmati keindahan alam tersebut.
Gue adalah orang yang sampe sekarang masih memiliki kesempatan yang terbatas untuk merasakan alam yang ada di sekeliling gue. Terutama Indonesia. Gue tau dan gue yakin Indonesia sangat sangat memiliki kekayaan alam yang sangat indah di berbagai penjuru dan pelosok daerahnya. Walau gue hanya baru merasakan Puncak, Bandung, dan Bangka, gue pun masih suka takjub dengan pesona alam yang mereka hadirkan. Seolah-olah seperti sebuah keajaiban alam-alam tersebut bisa terbentuk dengan begitu cantik dan indahnya.
Oleh karena itu, gue sangat ingin sekali menjadi none Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu adalah wisata alam yang terdekat dari wilayah gue tinggal sekarang yang sebenarnya sangat bisa gue jangkau kapan pun gue mau. Hanya karena keterbatasan beberapa hal jadi gue belum bisa pergi ke sana. Walau gue sama sekali tidak tahu menahu bagaimana keindahan alam Kepulauan Seribu, tapi gue yakin kalau di sana indah dan memiliki alam yang juga menakjubkan yang sangat patut untuk dikunjungi, untuk dirasakan, dan untuk dinikmati. Kalau gak patut dikunjungi, gak bakal ada tuh pulau-pulau pribadi di sana yang nongkrong hanya untuk wisatawan yang punya kocek tebal.
Those are my reason why I choose Kepulauan Seribu. Ajang ini pun juga sebagai hal yang dapat menguji seberapa jauh kemampuan gue tampil di depan banyak orang. Bukan hanya tampil muka, badan, cara jalan, atau bahkan bakat, tapi juga keberanian, ketangkasan dalam berbicara, kecerdasan dalam berpikir, dan juga wawasan. Seberapa jauh si kemampuan aktualisasi diri lo di depan publik? Semua orang butuh aktualisasi diri dalam publik dan juga penghargaan terhadap aktualisasi diri tersebut. Hmm..atau hanya aktualisasi diri aja. Semua orang ingin tau seberapa jauh aktualisasi dirinya sehingga dapat berdampak banyak terhadap orang lain.
Itulah yang gue lakukan terhadap diri gue sendiri di ajang ini dan alhamdulillah bisa sampai pada babak semi final. Gue gagal dengan bahasa Inggris gue yang merambat hingga runtuhnya keyakinan gue untuk bisa menyelesaikan keseluruhan penjurian dengan baik. So, here I'm. Trying to try another chances and challenge myself. Gue gak tau hal apa lagi yang akan datang menanti dan akan siap gue uji coba. Gue hanya ingin mencoba dan mencoba lagi hingga kemampuan gue bisa terasah semakin dan semakin baik lagi. Dan satu hal yang gue pelajari dari salah seorang tetua Abang Kepulauan Seribu di sana, "kerendahan hati yang bisa membuat gue mencapai hal-hal yang gue tuju" (Bang Eno, Abang Kepulauan Seribu 2010).
Hal itu terjadi juga sama diri gue minggu lalu soalnya. Itu adalah ajang Abang None pertama kali yang gue ikutin. Kenapa harus Kepulauan Seribu? Yak, pertama karena gue suka dengan keindahan alam yang ada di sekitar gue. Itu membuat gue jadi lebih rileks dan tenang dibanding di tengah kota yang penuh dan padat, debu dan asap rokok dan asap bis mengebul di mana-mana, gak teratur dan kemacetan, mall lagi dan mall lagi 100x, dan banyak lagi hal lain yang bikin pusing. Tapi hal-hal tersebut si yang bikin gue bener-bener merasa ribet dan jengah sama Jakarta. Mall sebenernya gak bikin pusing, tapi menurut gue monoton aja karena sudah sangat banyak dan melimpah ruah di Jakarta sehingga sedikit sekali ruang hijau di Jakarta. Emang, suatu wilayah yang dijadikan pusat perbelanjaan memang sangat sangat menguntungkan untuk isi kantong, tapi apakah ruang hijau terbuka juga gak ada baiknya kah di tengah kota yang super sibuk ini? Seengganya untuk melepas penat lo ketika lo sedang jenuh-jenuhnya berjualan di dalam mall.Dan gue pun adalah seseorang yang mencintai alam yang asli dan alami, bukan buatan yang sengaja diciptakan oleh tangan manusia. Entah, rasanya beda aja. Sangat beda. Rasa beda itu bisa terasa dalam diri lo sendiri ketika lo sendirilah yang merasakannya hingga lo merasa sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk bisa menikmati keindahan alam tersebut.
Gue adalah orang yang sampe sekarang masih memiliki kesempatan yang terbatas untuk merasakan alam yang ada di sekeliling gue. Terutama Indonesia. Gue tau dan gue yakin Indonesia sangat sangat memiliki kekayaan alam yang sangat indah di berbagai penjuru dan pelosok daerahnya. Walau gue hanya baru merasakan Puncak, Bandung, dan Bangka, gue pun masih suka takjub dengan pesona alam yang mereka hadirkan. Seolah-olah seperti sebuah keajaiban alam-alam tersebut bisa terbentuk dengan begitu cantik dan indahnya.
Oleh karena itu, gue sangat ingin sekali menjadi none Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu adalah wisata alam yang terdekat dari wilayah gue tinggal sekarang yang sebenarnya sangat bisa gue jangkau kapan pun gue mau. Hanya karena keterbatasan beberapa hal jadi gue belum bisa pergi ke sana. Walau gue sama sekali tidak tahu menahu bagaimana keindahan alam Kepulauan Seribu, tapi gue yakin kalau di sana indah dan memiliki alam yang juga menakjubkan yang sangat patut untuk dikunjungi, untuk dirasakan, dan untuk dinikmati. Kalau gak patut dikunjungi, gak bakal ada tuh pulau-pulau pribadi di sana yang nongkrong hanya untuk wisatawan yang punya kocek tebal.
Those are my reason why I choose Kepulauan Seribu. Ajang ini pun juga sebagai hal yang dapat menguji seberapa jauh kemampuan gue tampil di depan banyak orang. Bukan hanya tampil muka, badan, cara jalan, atau bahkan bakat, tapi juga keberanian, ketangkasan dalam berbicara, kecerdasan dalam berpikir, dan juga wawasan. Seberapa jauh si kemampuan aktualisasi diri lo di depan publik? Semua orang butuh aktualisasi diri dalam publik dan juga penghargaan terhadap aktualisasi diri tersebut. Hmm..atau hanya aktualisasi diri aja. Semua orang ingin tau seberapa jauh aktualisasi dirinya sehingga dapat berdampak banyak terhadap orang lain.
Itulah yang gue lakukan terhadap diri gue sendiri di ajang ini dan alhamdulillah bisa sampai pada babak semi final. Gue gagal dengan bahasa Inggris gue yang merambat hingga runtuhnya keyakinan gue untuk bisa menyelesaikan keseluruhan penjurian dengan baik. So, here I'm. Trying to try another chances and challenge myself. Gue gak tau hal apa lagi yang akan datang menanti dan akan siap gue uji coba. Gue hanya ingin mencoba dan mencoba lagi hingga kemampuan gue bisa terasah semakin dan semakin baik lagi. Dan satu hal yang gue pelajari dari salah seorang tetua Abang Kepulauan Seribu di sana, "kerendahan hati yang bisa membuat gue mencapai hal-hal yang gue tuju" (Bang Eno, Abang Kepulauan Seribu 2010).
Monday, April 13, 2015
Back into Reality!
Alrite, back into reality!!!
Hihihi. Haiiiii!! Hahaha baru balik lagi nih dan gue baru aja nonton Breaking Down II bgt lho, wkwkwk. Telat banget ya? Iya, Jadi berhubung gue lagi dalam masa-masanya ngejar lulus tahun ini (AMIN!), jadi gue lagi sibuk-sibuknya nih ngerjain skripsi dan cari sedikit hiburanlah dari film, uhuhuhuuuy! *pipi blus-blush malu*
Dan tadi selama gue nonton ada ngakaknya gara-gara pensajian filmnya, ada seriusnya sama adegan berantemnya, ada rasa terhanyut gitu dengan romansa tapi terkadang disajikan dengan lebay. Huft huft pokoknya gitu deh. Tapi lumayan terhibur kok sama film ini, lumayanlah filmnya walau terkadang terlalu drama banget ceritanya.
Jadi, gue sedikit ingin menumpahkan isi pemikiran gue terhadap film ini. Daripada nanti-nati yaaa, mending dibahas aja yuk sekarang, ke buru basi ntar tuh komen, kikikk.
1. Jadi yang pertama itu, adalah lebay. Akting untuk mengangkat suatu kegentingan yang terjadi dalam cerita di film ini tuh agak terlalu dibuat-buat gitu sehingga terkesan drama.
2. Muka Renesmee kecilnya jelek banget ya ampuun. Yang masih bayi ituuu. Maap ya gue cuma mau berkomentar, maap, maap banget buat tim editingnya. Tapi, gue masih bertanya-tanya, mengapa muka masih bayinya Renesmee mesti dibuat-buat gitu? Kenapa gak muka asli aja yak? Apa gak nemu sama muka yang mirip sama Renesmee umur sekitar 6-7 tahunan? (Mungkin kalo ada yang mau ngasih tau kenapa bisa komen di bawah).
3. Pas berantem seru bangetttt! Bikin tegang! Gue suka tuh film yang menantang adrenalin gitu, kikikkk. Tapi yang gue sebel adalah kenapa ternyata itu cuma penglihatan? Kaya.. ini film udah nih sampe sini doang? Anti-klimaks gitu menurut gueee, hihihi.
4. Hemm... ehmmm... Ini film juga menunjukan banyak adegan intim si Bella sama Edward gak si? Ya emang inti dari cerita ini kan happily ever after yang mereka berdua dikarenakan perbedaan dunia mereka yang sangat jauh kemudian dunia mereka menjadi satu dan akhirnya kebersatuan mereka itulah yang dirayakan. Tapi gak harus melulu adegan intim ciuman kan?
5. Hidup itu berpasangan! Dan berkeluarga pastinya. Sepi kalo gak ada pasangan, hampa hidup, kikikikkk. Itu si yang gue tangkep dari film ini. Mereka kebanyakan berpasangan dan berkumpul menjadi satu keluarga, bahkan si gengnya Aro sekali pun. So, kita ini bener-bener makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, uuuuuu ><
6. Gue tadinya inget mau ngomongin apa, tapi lupa.... --"
Oiya! Di film ini gue juga ngerasa terhanyut ke dalam ceritanya karena pas udah mulai masuk tuh tulisan credit tittle-nya, mulai deh atmosfer yang dirasakan beda, back to reality! Wkwkkwk. Apa lo juga sering ngerasain hal itu kalo abis nonton film? Gue? Seringggg. Hal itu menandakan bahwa lo menikmati filmnya, walau terkadang lo suka komen di sana sini dengan filmnya. Mungkin karena efek gue pake headset kali ya jadi rasanya kalo buka headset habislah sudah rasa kita terhanyut akan filmnya, kikikkk :P
Sooo, jadi ekspresiin terus apa yang ada dipikiran lo dengan langsung melakukannya segera (Heh? Gak nyambung ves sama topiiik!). Wkwkk, gue cuma mau bilangin itu doaaang maksudnya walau gak nyambung, ihihi.
Selamat menikmati film-film keren lainnya, guys! :D
Hihihi. Haiiiii!! Hahaha baru balik lagi nih dan gue baru aja nonton Breaking Down II bgt lho, wkwkwk. Telat banget ya? Iya, Jadi berhubung gue lagi dalam masa-masanya ngejar lulus tahun ini (AMIN!), jadi gue lagi sibuk-sibuknya nih ngerjain skripsi dan cari sedikit hiburanlah dari film, uhuhuhuuuy! *pipi blus-blush malu*
Dan tadi selama gue nonton ada ngakaknya gara-gara pensajian filmnya, ada seriusnya sama adegan berantemnya, ada rasa terhanyut gitu dengan romansa tapi terkadang disajikan dengan lebay. Huft huft pokoknya gitu deh. Tapi lumayan terhibur kok sama film ini, lumayanlah filmnya walau terkadang terlalu drama banget ceritanya.
Jadi, gue sedikit ingin menumpahkan isi pemikiran gue terhadap film ini. Daripada nanti-nati yaaa, mending dibahas aja yuk sekarang, ke buru basi ntar tuh komen, kikikk.
1. Jadi yang pertama itu, adalah lebay. Akting untuk mengangkat suatu kegentingan yang terjadi dalam cerita di film ini tuh agak terlalu dibuat-buat gitu sehingga terkesan drama.
2. Muka Renesmee kecilnya jelek banget ya ampuun. Yang masih bayi ituuu. Maap ya gue cuma mau berkomentar, maap, maap banget buat tim editingnya. Tapi, gue masih bertanya-tanya, mengapa muka masih bayinya Renesmee mesti dibuat-buat gitu? Kenapa gak muka asli aja yak? Apa gak nemu sama muka yang mirip sama Renesmee umur sekitar 6-7 tahunan? (Mungkin kalo ada yang mau ngasih tau kenapa bisa komen di bawah).
3. Pas berantem seru bangetttt! Bikin tegang! Gue suka tuh film yang menantang adrenalin gitu, kikikkk. Tapi yang gue sebel adalah kenapa ternyata itu cuma penglihatan? Kaya.. ini film udah nih sampe sini doang? Anti-klimaks gitu menurut gueee, hihihi.
4. Hemm... ehmmm... Ini film juga menunjukan banyak adegan intim si Bella sama Edward gak si? Ya emang inti dari cerita ini kan happily ever after yang mereka berdua dikarenakan perbedaan dunia mereka yang sangat jauh kemudian dunia mereka menjadi satu dan akhirnya kebersatuan mereka itulah yang dirayakan. Tapi gak harus melulu adegan intim ciuman kan?
5. Hidup itu berpasangan! Dan berkeluarga pastinya. Sepi kalo gak ada pasangan, hampa hidup, kikikikkk. Itu si yang gue tangkep dari film ini. Mereka kebanyakan berpasangan dan berkumpul menjadi satu keluarga, bahkan si gengnya Aro sekali pun. So, kita ini bener-bener makhluk yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, uuuuuu ><
6. Gue tadinya inget mau ngomongin apa, tapi lupa.... --"
Oiya! Di film ini gue juga ngerasa terhanyut ke dalam ceritanya karena pas udah mulai masuk tuh tulisan credit tittle-nya, mulai deh atmosfer yang dirasakan beda, back to reality! Wkwkkwk. Apa lo juga sering ngerasain hal itu kalo abis nonton film? Gue? Seringggg. Hal itu menandakan bahwa lo menikmati filmnya, walau terkadang lo suka komen di sana sini dengan filmnya. Mungkin karena efek gue pake headset kali ya jadi rasanya kalo buka headset habislah sudah rasa kita terhanyut akan filmnya, kikikkk :P
Sooo, jadi ekspresiin terus apa yang ada dipikiran lo dengan langsung melakukannya segera (Heh? Gak nyambung ves sama topiiik!). Wkwkk, gue cuma mau bilangin itu doaaang maksudnya walau gak nyambung, ihihi.
Selamat menikmati film-film keren lainnya, guys! :D
Sunday, March 15, 2015
Heart Broken is...
It feels sucks!
It feels sad. It feels empty. It feels paralyze.
It feels this time you have to get up!
Chase it!
Sunday, February 22, 2015
Saling Memaafkan?
Anak Mati di Tangan Ayah
Sebenernya tadi gue lagi ngutak-atik skripsi di kamar dan di luar bokap gue nyetel TV dan memutar channel berita. Sayup-sayup kan tuh gue denger berita yang tersiarkan pada TV itu. Nah, gak sengaja kedengeran jelas sama gue ada berita mengenai seorang anak perempuan yang dipukul oleh bapaknya hingga meninggal. Jujur aja, berita ini emang mungkin udah bukan hal biasa di Indonesia karena lumayan cukup sering terdengar berita dengan tema seperti ini. Namun, di akhir penjabaran berita ini, sang narator dalam berita ini bilang kalo sang anak saat dalam perjalanan ke rumah sakit meminta dibeliin es krim sama si bapak kalo nanti dia udah sembuh. Namun nyatanya, beberapa saat setelah permintaan itu, sang anak meninggal dan masih dalam perjalanan menuju rumah sakit...
Gue gak tau komunikasi apa yang sudah terjadi antara si bapak sama si anak yang malang itu, namun gue bener-bener takjub saat sang anak masih minta sama bapaknya untuk dibelikan es krim nanti saat dirinya sudah sembuh. Itu berarti apakah sang anak sudah memaafkan perbuatan si bapak padanya? Dengan begitu cepatnya? Hebat... Dari permintaan itu pula tercermin juga bahwa si anak tetap menyayangi si bapak walau telah melakukan perbuatan yang keji kepadanya. Mungkin memang komunikasi antara anak dan bapak itu juga baik setelah kejadian tersebut terjadi.
Apakah mereka berdua sudah saling memaafkan?
Sebenernya tadi gue lagi ngutak-atik skripsi di kamar dan di luar bokap gue nyetel TV dan memutar channel berita. Sayup-sayup kan tuh gue denger berita yang tersiarkan pada TV itu. Nah, gak sengaja kedengeran jelas sama gue ada berita mengenai seorang anak perempuan yang dipukul oleh bapaknya hingga meninggal. Jujur aja, berita ini emang mungkin udah bukan hal biasa di Indonesia karena lumayan cukup sering terdengar berita dengan tema seperti ini. Namun, di akhir penjabaran berita ini, sang narator dalam berita ini bilang kalo sang anak saat dalam perjalanan ke rumah sakit meminta dibeliin es krim sama si bapak kalo nanti dia udah sembuh. Namun nyatanya, beberapa saat setelah permintaan itu, sang anak meninggal dan masih dalam perjalanan menuju rumah sakit...
Gue gak tau komunikasi apa yang sudah terjadi antara si bapak sama si anak yang malang itu, namun gue bener-bener takjub saat sang anak masih minta sama bapaknya untuk dibelikan es krim nanti saat dirinya sudah sembuh. Itu berarti apakah sang anak sudah memaafkan perbuatan si bapak padanya? Dengan begitu cepatnya? Hebat... Dari permintaan itu pula tercermin juga bahwa si anak tetap menyayangi si bapak walau telah melakukan perbuatan yang keji kepadanya. Mungkin memang komunikasi antara anak dan bapak itu juga baik setelah kejadian tersebut terjadi.
Apakah mereka berdua sudah saling memaafkan?
Tuesday, February 17, 2015
Decision
Yaaaak!!!
Cerita hari ini. Yah, gak jadi hari ini sih karena sekarang gue nulisnya pas jam 23:22 WIB. Pasti nanti selesainya sekitaran jam 00:00 lebih berapaaa gitu. Okeh, ayok nulis! :D
Gue itu orangnya masih suka ragu untuk mengambil suatu keputusan. Masih kebanyakan mikir dalam menimbang-nimbang suatu keputusan yang tepat. Dan juga sebenarnya pemalu dengan apa yang gue bisa. Hal itu pun terjadi juga pada hari kemaren. YUUP! Pagi ini gue pergi ke rumah pacar gue untuk mengambil motornya dan ngurusin beberapa hal di kampus dan abis itu langsung caoooooooo menemani pacarku tersayang itu syuting, naik bem bem motor :3 Namun, dalam proses menuju menemaninya itu, ada beberapa hal kecil, namun bisa berdampak gede yang gue lakukan.
Pertama, saat gue ditelpon pagi-pagi sama pacarku untuk naik motor dia aja nyusul dirinya, namun dia bilang kalo bensin motornya sudah cekak dan harus segera diisi. Biasanya gue yang menganggap gampang semua hal, tapi gak mikirin berbagai segala kemungkinan yang bakal terjadi. Namun, karena sudah didorong sama pacarku untuk harus cepat bertindak dengan mempertimbangkan segala kemungkinan, mulailah gue berpikir harus di manakah gue mengisi bensin itu motor. "Oh, mungkin karena kepepet pom bensin eceran aja deh ngisinya gue. Tapi, gue juga nanti tanya sama adenya cowok gue deh yang naik motor juga kalo pom bensin terdekat di mana." Alhamdulillah gue inget buat nanya ke adenya dan ternyata jauh banget itu pom dari kampus gue *nangis*. Sebenernya gak jauh banget si, tapi teteplah makan waktu untuk jalan ke sana. Kalo lagi buru-buru dan ada yang lebih deket, kenapa ngga? Nah, maksud gue yang lebih deket itu adalah bensin eceran yang lumayan bejubel di wilayah rumah pacar gue. "Gue ngisinya di sana aja deh. Tapi takut deh kalo bensin eceran gitu." Pas gue menyalakan motor dan melihat dashboard motor itu dan terlihat lah isi tank bensin itu motor. "Wah, masih dua slice itu tanda bensin, masih aman kayanya buat jalan ke kampus dan ke pom bensin yang di Margonda deh." Eh tiba-tiba pas udah jalan merosot satulah itu slice jadi tinggal satu. Paniklah gue. Mana belom nyampe kampus kan. Akhirnya gue jadi memutuskan untuk isi bensin eceran, haha! Dan alhamdulillah gue memutuskan untuk ngisi dua liter. Perjalanan lumayan jauh book! :p
Nah, setelah bla bla bla ngurusin urusan kampus, jalanlah gue mengarungi jalanan untuk pergi ke Kemang. Namun, pas baru aja gak nyampe seperempat perjalanan, hujan datang. Brrr! Rintik-rintik besar! Nah, gue baru inget kalo pas gue mikirin mengenai ngisi bensin di mana, gue juga mikirin untuk jangan lupa bawa jas ujan juga. Awalnya pas ujan itu gue mikir, "Udahlah, udah lumayan juga kalo balik, tapi masih bisa si. Lagian gak gede gede amat ujannya." "Oiya! Nanti kalo pacar gue pas jalan pulang juga keujanan gimana? Terus dia baliknya gimana naik motor kalo ujannya gak berenti berenti? Gue gak mau ah nanti jadinya kena marah atau jadi bikin sebel orang. Gue maunya dipeluk dan dia juga pulangnya aman sampe ke rumah." "Oke, di tikungan Lenteng Agung nanti gue balik lagi deh ke rumahnya buat ngambil jas ujan..."
Nyaman banget lho pake jas ujannya gak kena basah samsek, hihi :3 Walau telat mikirnya, gue ngerasa udah ngambil keputusan yang tepat karena gue harus mempertimbangkan yang terbaik, jadi siap siaga gitu. Jadi gak terlalu ngerepotin diri sendiri dan bahkan ngerepotin orang lain. Ini baru hal kecil. Hal gede gimana ya? :D
Seneng ngeliatin dia berakting. Bikin seneng soalnya aktingnya, hihihihi.
Info selintas:
Nb: Gue ketiduran semalem jadi ini cerita baru selesai jam 11 pagi ini.. ._.
Cerita hari ini. Yah, gak jadi hari ini sih karena sekarang gue nulisnya pas jam 23:22 WIB. Pasti nanti selesainya sekitaran jam 00:00 lebih berapaaa gitu. Okeh, ayok nulis! :D
Gue itu orangnya masih suka ragu untuk mengambil suatu keputusan. Masih kebanyakan mikir dalam menimbang-nimbang suatu keputusan yang tepat. Dan juga sebenarnya pemalu dengan apa yang gue bisa. Hal itu pun terjadi juga pada hari kemaren. YUUP! Pagi ini gue pergi ke rumah pacar gue untuk mengambil motornya dan ngurusin beberapa hal di kampus dan abis itu langsung caoooooooo menemani pacarku tersayang itu syuting, naik bem bem motor :3 Namun, dalam proses menuju menemaninya itu, ada beberapa hal kecil, namun bisa berdampak gede yang gue lakukan.
Pertama, saat gue ditelpon pagi-pagi sama pacarku untuk naik motor dia aja nyusul dirinya, namun dia bilang kalo bensin motornya sudah cekak dan harus segera diisi. Biasanya gue yang menganggap gampang semua hal, tapi gak mikirin berbagai segala kemungkinan yang bakal terjadi. Namun, karena sudah didorong sama pacarku untuk harus cepat bertindak dengan mempertimbangkan segala kemungkinan, mulailah gue berpikir harus di manakah gue mengisi bensin itu motor. "Oh, mungkin karena kepepet pom bensin eceran aja deh ngisinya gue. Tapi, gue juga nanti tanya sama adenya cowok gue deh yang naik motor juga kalo pom bensin terdekat di mana." Alhamdulillah gue inget buat nanya ke adenya dan ternyata jauh banget itu pom dari kampus gue *nangis*. Sebenernya gak jauh banget si, tapi teteplah makan waktu untuk jalan ke sana. Kalo lagi buru-buru dan ada yang lebih deket, kenapa ngga? Nah, maksud gue yang lebih deket itu adalah bensin eceran yang lumayan bejubel di wilayah rumah pacar gue. "Gue ngisinya di sana aja deh. Tapi takut deh kalo bensin eceran gitu." Pas gue menyalakan motor dan melihat dashboard motor itu dan terlihat lah isi tank bensin itu motor. "Wah, masih dua slice itu tanda bensin, masih aman kayanya buat jalan ke kampus dan ke pom bensin yang di Margonda deh." Eh tiba-tiba pas udah jalan merosot satulah itu slice jadi tinggal satu. Paniklah gue. Mana belom nyampe kampus kan. Akhirnya gue jadi memutuskan untuk isi bensin eceran, haha! Dan alhamdulillah gue memutuskan untuk ngisi dua liter. Perjalanan lumayan jauh book! :p
Nah, setelah bla bla bla ngurusin urusan kampus, jalanlah gue mengarungi jalanan untuk pergi ke Kemang. Namun, pas baru aja gak nyampe seperempat perjalanan, hujan datang. Brrr! Rintik-rintik besar! Nah, gue baru inget kalo pas gue mikirin mengenai ngisi bensin di mana, gue juga mikirin untuk jangan lupa bawa jas ujan juga. Awalnya pas ujan itu gue mikir, "Udahlah, udah lumayan juga kalo balik, tapi masih bisa si. Lagian gak gede gede amat ujannya." "Oiya! Nanti kalo pacar gue pas jalan pulang juga keujanan gimana? Terus dia baliknya gimana naik motor kalo ujannya gak berenti berenti? Gue gak mau ah nanti jadinya kena marah atau jadi bikin sebel orang. Gue maunya dipeluk dan dia juga pulangnya aman sampe ke rumah." "Oke, di tikungan Lenteng Agung nanti gue balik lagi deh ke rumahnya buat ngambil jas ujan..."
Nyaman banget lho pake jas ujannya gak kena basah samsek, hihi :3 Walau telat mikirnya, gue ngerasa udah ngambil keputusan yang tepat karena gue harus mempertimbangkan yang terbaik, jadi siap siaga gitu. Jadi gak terlalu ngerepotin diri sendiri dan bahkan ngerepotin orang lain. Ini baru hal kecil. Hal gede gimana ya? :D
Seneng ngeliatin dia berakting. Bikin seneng soalnya aktingnya, hihihihi.
Info selintas:
- Tanaman paling ga dua 2x sehari disiram, atau bahkan 3x. Tapi paling baik nyiram itu pagi sama sore. Kalo malem-malem gapapa tapi jangan terlalu banyak menggenang air di tanamannnya. Kan lagi gak ada matahari (nanya tukang tanaman hias kemaren pas melanglang buana di Lb. Bulus).
- SMP gue di Pondok Pinang sudah sangat berubah dari enam setengah tahun yang lalu! >.<
Nb: Gue ketiduran semalem jadi ini cerita baru selesai jam 11 pagi ini.. ._.
Thursday, February 12, 2015
Dari Mendadak Diwawancara Tipi, Sampe Ngobrol dengan Part Timer Supir Bis :p
Yahahaha! Ini kejadian kemarin si sebenernya. Kemarin itu gue seperti biasanya rutin pergi ke tempat les vokal gue yang ada di daerah Gunawarman dengan menggunakan kereta sampe Sudirman. Nah, kemudian perjalanan gue dilanjutin lagi dengan naik Kopaja 19. Tapii, itu bis kan ngetem dulu yah di depan pintu stasiun Sudirman. Nah, terlihatlah oleh mata gue seorang wartawan beserta cameraman-nya lagi ngerekam kegiatan di sekitar pintu stasiun Sudirman. Eh tiba-tiba mereka menghilang dari pandangan gue. Entah yaa kemana. Perasaan gue si mereka mau ke dalem bis mau ngeliat keadaan dalem bis yang gue tumpangin. Tapi gue ya bodo amatlah, gak mau keliatan norak cuma gara-gara ada wartawan dan kamera yang bisa nongolin muka gue di tv. Tapi seneng si kalo bisa nongol di tv, diliat banyak orang weey :p
Dan ternyata benerlah mereka ke dalem bis dan ternyata juga mendatangi gue untuk diwawancara. Nah gitu tuh, giliran gue ngarep bisa masuk tv pas ada kaya gituan, gak kepilih buat keliatan mukanya di tv. Ini pas lagi gue gak mengharapkan apa pun dan tidak berekspetasi macem-macem, mereka mendatangi gue, ihiiy!

Jadilah gue ditanyain macem-macem yang intinya mengenai masalah kemacetan di Jakarta menurut gue itu gimana dan ngapain kalo lagi macet begitu. Gue si pake kereta yaa jadi gak terlalu ngerasain macet yang membodohkan itu, hohoho. Tapi pernahlah gue begitu dan itu menghabiskan umur aja di jalan dengan gak ngapa-ngapain. Paling cuma dengerin musik sama main hape rata-rata orang kebanyakan. Dan memang pemerintah harus menyediakan alat transportasi yang lebih baik biar orang-orang pada mau naik angkutan umum. Gue kemana-mana aja sekarang pokoknya naik kereta, abis itu lanjutin lagi naik angkot sedikit. Tapii, masyarakat kalo udah dikasih fasilitas yang enak nantinya apa pun itu bentuknya untuk transportasi, ya ayok kita bantu pemerintah buat dijaga yaa kaya jangan buang sampah sembarangan. Kan kalo sampah berserakan di mana-mana Jakarta jadi keliatan kotor dan pastiya bakal banjir mulu lah kaya sekarang-sekarang ini. Gue paling sebel tuh kalo ada yang buang sampah sembarangan, beneran deh. Rasanya pengen banget gue teriakin "Woy! Ngaca woy! Jangan sampe nanti pas banjir lo gak ngaca yee!" Beuh apalagi kalo sebenernya di belakangnya itu ada tong sampah dan dia malah buangnya tuh ke depan dia, beuh (pernah tuh gue nemuin dua kali kaya gitu).
Nah, ada lagi nih, yaitu corat-coret di dinding. Ya kalo mau corat-coret di dinding ya yang bener-bener seni gitu lho jadi gak cuma main corat-coret, mau gak begitu mas-mas yang corat-coret? Kan orang malah seneng kalo corat coretnya bagus. Malah bakal dijaga corat-coretnya (amin, hihi) :D
Tapi jawaban gue di depan layar kamera gak sebagus penjelasan gue di atas... Karena sedikit salting dan kaget karena pertama kali di wawancara... *hening*
Dan akhirnya jalanlah ini bis yang gue tumpangi menyusuri jalan Sudirman. Eh diajak ngobrol sama si supir bis gue gara-gara tadi gue tiba-tiba diwawancara. Yaak, lumayan banyak yang gue obrolin sama itu supir bis. Sebenernya si dia itu adalah satpam, yang biasanya di sini juga sering disebut security. Dia lagi part time... Wkwk ya lagi nyambilah gara-gara dia lagi diliburin dari tugasnya kan karena ya itu, banjir yang kemaren-kemaren lagi heboh-hebohnya di mana-mana. Dan ternyata dia itu tinggal di Pocin, gais (deket kampus gue), dan berasal dari daerah Maluku. Saat gue tanya kenapa dia ngungsi ke Jakarta, dia bilang gara-gara di Maluku masih sering ada konflik. Ya konfliknya macem-macem katanya, terutama di Ambon. Bahkan hal sepele aja tuh dipermasalahin sama tetangga sekali pun. Dia gak ngasih contohnya si kalo gak salah inget (maap pelupaan soalnya :p). Makanya dia bilang kalo orang tua sana tuh malah ngedidik anaknya sampe nyuruh gak boleh bertemen. Katanya dia dari orang tuanya, "Emang temen ngasih makan kita?"
Ya kalo dilihat lagi emang sejarah Ambon keras si ya. Itu yang konflik agama tahun 1999-2002? Sedih jadi rasanya :'( Gue coba search di om Google yang pinter ini, ternyata masih banyak banget kejadian bentrokan di sana. Nih di sini kalo mau cek. Sedih deh :"(
Ini supir bis juga cerita mengenai sedikit kehidupan di bis lho. Kalo mereka katanya untuk nyetor aja 300K dan pendapatan biasanya /hari itu 700K sampe 800K. Lumayan juga si menurut gue dapet duitnya.
Nah, ada lagi dia cerita mengenai pencopetan di dalem bis. Ssssstt! >.<
Si supir pas mau ngomongin ini ke gue juga liat-liat dulu lho ke belakang, ada si 'itu' apa ngga, hihi. Ya emang cara orang nyari duit beda-beda kan ya. Si supir bilang kalo mereka itu dandannya rapi, gak premanan lagi kalo sekarang. Supirnya bilang ke gue yang pake baju kantoran juga banyak, pokonya dibikin nyaru deh, tapi supir-supir bis ini pasti udah tau yang mana-mana aja orangnya. Ada supir yang pernah teriak dan akhirnya di-cutter itu muka si supir. Ya ampuun.. Panjang katanya lukanya. "Kan gue juga bayar (bayar ongkos) lo dan ini adalah cara gue buat nyari duit." Supir yang gue ajak ngomong ini mau bilang apa kalo udah begitu dan dia cuma bisa angkat bahu.
Di depan di deket supir adalah tempat teraman di bis kalo lo mau duduk tanpa rasa was-was di bis. Dan juga tetep inget yaa sama keindahan dan kenyamanan Jakarta kita ini. Di semua tempat si lebih tepatnya. OCEH? ;)
Nb: Guys, kalo ada yang liat gue di acara berita RCTI, KASIH TAU GUE!!!!!!!!
*Untuk mendengarkan cerita ini via SoundCloud:
https://soundcloud.com/vestianty-nurlestari-ningrat/dari-mendadak-diwawancara-tipi-sampe-ngobrol-dengan-part-timer-supir-bis
Dan ternyata benerlah mereka ke dalem bis dan ternyata juga mendatangi gue untuk diwawancara. Nah gitu tuh, giliran gue ngarep bisa masuk tv pas ada kaya gituan, gak kepilih buat keliatan mukanya di tv. Ini pas lagi gue gak mengharapkan apa pun dan tidak berekspetasi macem-macem, mereka mendatangi gue, ihiiy!

Jadilah gue ditanyain macem-macem yang intinya mengenai masalah kemacetan di Jakarta menurut gue itu gimana dan ngapain kalo lagi macet begitu. Gue si pake kereta yaa jadi gak terlalu ngerasain macet yang membodohkan itu, hohoho. Tapi pernahlah gue begitu dan itu menghabiskan umur aja di jalan dengan gak ngapa-ngapain. Paling cuma dengerin musik sama main hape rata-rata orang kebanyakan. Dan memang pemerintah harus menyediakan alat transportasi yang lebih baik biar orang-orang pada mau naik angkutan umum. Gue kemana-mana aja sekarang pokoknya naik kereta, abis itu lanjutin lagi naik angkot sedikit. Tapii, masyarakat kalo udah dikasih fasilitas yang enak nantinya apa pun itu bentuknya untuk transportasi, ya ayok kita bantu pemerintah buat dijaga yaa kaya jangan buang sampah sembarangan. Kan kalo sampah berserakan di mana-mana Jakarta jadi keliatan kotor dan pastiya bakal banjir mulu lah kaya sekarang-sekarang ini. Gue paling sebel tuh kalo ada yang buang sampah sembarangan, beneran deh. Rasanya pengen banget gue teriakin "Woy! Ngaca woy! Jangan sampe nanti pas banjir lo gak ngaca yee!" Beuh apalagi kalo sebenernya di belakangnya itu ada tong sampah dan dia malah buangnya tuh ke depan dia, beuh (pernah tuh gue nemuin dua kali kaya gitu).
Nah, ada lagi nih, yaitu corat-coret di dinding. Ya kalo mau corat-coret di dinding ya yang bener-bener seni gitu lho jadi gak cuma main corat-coret, mau gak begitu mas-mas yang corat-coret? Kan orang malah seneng kalo corat coretnya bagus. Malah bakal dijaga corat-coretnya (amin, hihi) :D
Tapi jawaban gue di depan layar kamera gak sebagus penjelasan gue di atas... Karena sedikit salting dan kaget karena pertama kali di wawancara... *hening*
Dan akhirnya jalanlah ini bis yang gue tumpangi menyusuri jalan Sudirman. Eh diajak ngobrol sama si supir bis gue gara-gara tadi gue tiba-tiba diwawancara. Yaak, lumayan banyak yang gue obrolin sama itu supir bis. Sebenernya si dia itu adalah satpam, yang biasanya di sini juga sering disebut security. Dia lagi part time... Wkwk ya lagi nyambilah gara-gara dia lagi diliburin dari tugasnya kan karena ya itu, banjir yang kemaren-kemaren lagi heboh-hebohnya di mana-mana. Dan ternyata dia itu tinggal di Pocin, gais (deket kampus gue), dan berasal dari daerah Maluku. Saat gue tanya kenapa dia ngungsi ke Jakarta, dia bilang gara-gara di Maluku masih sering ada konflik. Ya konfliknya macem-macem katanya, terutama di Ambon. Bahkan hal sepele aja tuh dipermasalahin sama tetangga sekali pun. Dia gak ngasih contohnya si kalo gak salah inget (maap pelupaan soalnya :p). Makanya dia bilang kalo orang tua sana tuh malah ngedidik anaknya sampe nyuruh gak boleh bertemen. Katanya dia dari orang tuanya, "Emang temen ngasih makan kita?"
Ya kalo dilihat lagi emang sejarah Ambon keras si ya. Itu yang konflik agama tahun 1999-2002? Sedih jadi rasanya :'( Gue coba search di om Google yang pinter ini, ternyata masih banyak banget kejadian bentrokan di sana. Nih di sini kalo mau cek. Sedih deh :"(
Ini supir bis juga cerita mengenai sedikit kehidupan di bis lho. Kalo mereka katanya untuk nyetor aja 300K dan pendapatan biasanya /hari itu 700K sampe 800K. Lumayan juga si menurut gue dapet duitnya.
Nah, ada lagi dia cerita mengenai pencopetan di dalem bis. Ssssstt! >.<
Si supir pas mau ngomongin ini ke gue juga liat-liat dulu lho ke belakang, ada si 'itu' apa ngga, hihi. Ya emang cara orang nyari duit beda-beda kan ya. Si supir bilang kalo mereka itu dandannya rapi, gak premanan lagi kalo sekarang. Supirnya bilang ke gue yang pake baju kantoran juga banyak, pokonya dibikin nyaru deh, tapi supir-supir bis ini pasti udah tau yang mana-mana aja orangnya. Ada supir yang pernah teriak dan akhirnya di-cutter itu muka si supir. Ya ampuun.. Panjang katanya lukanya. "Kan gue juga bayar (bayar ongkos) lo dan ini adalah cara gue buat nyari duit." Supir yang gue ajak ngomong ini mau bilang apa kalo udah begitu dan dia cuma bisa angkat bahu.
Di depan di deket supir adalah tempat teraman di bis kalo lo mau duduk tanpa rasa was-was di bis. Dan juga tetep inget yaa sama keindahan dan kenyamanan Jakarta kita ini. Di semua tempat si lebih tepatnya. OCEH? ;)
Nb: Guys, kalo ada yang liat gue di acara berita RCTI, KASIH TAU GUE!!!!!!!!
*Untuk mendengarkan cerita ini via SoundCloud:
https://soundcloud.com/vestianty-nurlestari-ningrat/dari-mendadak-diwawancara-tipi-sampe-ngobrol-dengan-part-timer-supir-bis
Subscribe to:
Posts (Atom)






